Categories
Uncategorized

Objek wisata pantai batu bengkung di Malang

Pesona deretan tepi laut di Malang Selatan telah tidak diragukan lagi. Tepi laut Batu Bengkung merupakan salah satu tepi laut yang tidak boleh dilewatkan kala melancong di Malang. Utamanya apabila lagi menyusuri deretan tepi laut di Kabupaten Malang Selatan. Secara administratif, tepi laut Batu Bengkung terletak di Jalan Lintas Selatan, RT 42 RW 05, Dusun Hutan, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Tepi laut Batu Bengkung saat ini pula jadi cagar alam yang dilindungi.

Jarak tempuh ke tepi laut Batu Bengkung dari kota Malang dekat 75 km dengan waktu tempuh dekat 2 hingga 3 jam ekspedisi. Terdapat 2 alternatif jalan bila dari kota Malang. Ialah( 1) dapat melewati Kepanjen dengan menjajaki petunjuk arah tepi laut Balekambang ataupun( 2) melewati jalan Kecamatan Turen dengan menjajaki petunjuk arah tepi laut Sendangbiru.

Bila memilah jalan Balekambang, sehabis perempatan saat sebelum akses masuk Tepi laut Balekambang, belok kiri kemudian dekat 10 km di kanan jalur terdapat tulisan besar“ Batu Bengkung”. Kebalikannya bila memilah jalan Sendangbiru, usai dari perempatan mengarah tepi laut Sendangbiru, lurus saja dekat 10 km di kiri jalur terdapat tulisan besar“ Batu Bengkung”. Jalan kedua( Sendangbiru) jalannya lebih berkelak- kelok serta memakan waktu lebih lama. Tetapi untuk aku individu, panorama alamnya lebih menawan jalan yang kedua ini. Entah telah berapa kali aku serta kawan- kawan berkunjung ke pesisir Malang Selatan, tetapi tidak terdapat kata bosan.

Waktu itu aku serta keponakan dari Kota Batu. Kami belum memutuskan hendak ke tepi laut mana, tetapi kami memastikan titik dini ialah Tepi laut Balekambang. Awal mulanya, usai menyudahi serta makan cilok di perempatan Balekambang, kami hendak mendatangi tepi laut Tersohor Merak yang terletak di sebelah barat. Jalannya merupakan jalur tanah yang belum diaspal serta menanjak lumayan besar jadi terkesan menantang. Tetapi sayang, persediaan bensin kami menipis. Takut kehilangan bensin di tengah jalur serta khawatir tidak terdapat yang jualan bensin, kesimpulannya kami balik kanan.

Kami kembali lagi ke perempatan Balekambang kemudian lanjut menyusuri jalur raya ke arah timur. Sejauh jalur, gumuk ataupun gunung kecil nampak hijau menggemaskan. Gumuk- gumuk tersebut menampilkan kegigihan para petani yang menanam pisang sampai ke puncak- puncak gumuk. Sedangkan itu deretan tepi laut di sisi selatan ataupun kanan jalur semacam melambai- lambai pada kami seolah memohon kami supaya mampir serta singgah. Serta kesimpulannya kami memilah Tepi laut Batu Bengkung buat singgah sambil menanti senja. Tidak hanya mendatangi tepi laut Batu Bengkung, kita pula dapat sekalian mampir mendatangi sebagian tepi laut yang terdapat di sekitarnya.

Petugas di loket Tepi laut Batu Bengkung memberitahu kami Mengenai spot terbaik menanti senja merupakan di ujung batu yang sangat timur. Banyak orang mendaki bukit karang ini buat melihat pesona senja dengan seribu cerita. Pesona keelokan matahari yang lama- lama menyelam ke dalam lautan kemudian meninggalkan goresan jingga di langit biru, memanglah tidak dapat dilukiskan dengan perkata. Tidak hanya itu, dari atas bukit ini, gumuk- gumuk tadi nampak terus menjadi eksotis.

Sarana universal di Tepi laut Batu Bengkung lumayan mencukupi. Mulai dari musholla, wc, kamar mandi hingga warung makan. Posisi parkir pula sangat luas. Bayaran parkir motor Rp 10. 000 serta parkir mobil Rp 15. 000. Sedangkan tiket masuk wisatawan Rp 10. 000 per orang. Bila bermalam tinggal menaikkan Rp 3. 000. Harga tiket tersebut per 9 November 2019.

Malam Minggu wisatawan sangat ramai. Karena tidak hanya melancong tepi laut serta mencari senja, Tepi laut Batu Bengkung pula memfasilitasi camping. Untuk wisatawan dari luar kota, kemping merupakan opsi yang bijak dibanding menginap di hotel. Hehehe. Pasti saja, tidak hanya lebih hemat, camping di tepi laut hendak jadi pengalaman baru yang tidak dapat dibiarkan.

Aku menyebut Tepi laut Batu Bengkung ini merupakan lingkungan tepi laut sebab terdapat sebagian tepi laut sekalian di mari. Ialah Tepi laut Gopit ataupun Tepi laut Ngopet, Tepi laut Klopo Wedi, serta Tepi laut Batu Bengkung itu sendiri. Tiketnya lumayan jadi satu saja.

Tepi laut ini dinamai Batu Bengkung sebab gugusan batu- batuan karang yang mengelilingi dekat tepi laut. Gugusan batu- batuan tersebut berupa melengkung serta menyamai perempuan yang lagi di- bengkung. Bengkung merupakan sebutan sabuk panjang semacam selendang yang dipakai oleh ibu- ibu di Jawa usai melahirkan, supaya perutnya kembali ramping. Batu bengkung ini sekalian ialah karang penghalang yang melindungi wisatawan dari ketakutan terhanyut ataupun terserang ganasnya ombak laut selatan.

Tidak hanya hamparan pasir putih yang lembut nan eksotis, angin dingin khas tepi laut yang sepoi- sepoi, deburan ombak yang mendebarkan, Tepi laut Batu Bengkung pula menawarkan keunikan yang barangkali tidak ditemui di obyek wisata tepi laut yang lain. Ialah dikala ombak tepi laut mulai pasang hendak terdapat kolam renang natural yang sangat luas di bibir tepi laut. Kolam ini tercipta akibat terdapatnya cekungan sedalam 1, 5 m serta air yang berasal dari ombak yang bawa air ke tepian tepi laut. Air ini terhalang buat kembali ke laut oleh batu karang yang membentang sejauh tepi laut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *